Kenapa Oknum Sales Suka Upping Harga Motor

honda pcx

Well,, mungkin sudah banyak yang tahu kenapa dalam menjual sepeda motor, para sales demen banget memberikan harga di atas dari harga yang sudah di tetapkan oleh pabrikan. Yang pasti ya karena duit lah ya. Kali ini Omudin pengen bahas lebih dalam lagi tentang praktek upping price ini, kenapa bisa terjadi dan apakah itu suatu yang wajar?

Yamaha,, Yamaha adalah pabrikan yang paling sering disebut saat membahas tentang upping price. Walaupun sebenarnya bukan cuma para sales Yamaha saja yang melakukan praktek upping price, Omudin pernah menemui praktek upping price hampir di semua merk motor yang populer. Sebut saja Kawasaki dengan Ninja nya, atau Suzuki pas zaman Satria FU belum ada lawan di kelas ayago 150cc, ada juga sales Honda yang meng upping harga Scoopy.. tapi ya kalau Omudin bilang memang Yamaha lah yang paling parah, kalau sales dari pabrikan lain hanya meng up harga untuk produk tertentu. Hampir semua produk Yamaha pernah kena upping, sebut saja dulu ada Jupiter burhan, Mio smile, Vixion, Byson, sampai sekarang zaman Nmax, Aerox 155, dan XMax 250.

Semakin laku dan banyak yang mencari/ingin membeli suatu produk, maka di situlah banyak praktek upping price terjadi. Sebaliknya untuk produk yang kurang laku, malah sobatku akan mendapatkan diskon. Dan itulah alasannya kenapa motor Yamaha paling banyak kasus upping price, ya karena model-model motor Yamaha banyak yang suka tapi pasokan dari pabrikan ke dealer kurang. Hal itu di manfaatkan dengan baik oleh Honda sebagai kompetitor. Kebanyakan konsumen memiliki lari ke produk dari merk lain yang lebih mudah di beli daripada kena upping price, terkecuali konsumen yang memang sudah fanatik.

Dalam menjual suatu produk sepeda motor, ada 2 cara yaitu secara Cash atau secara Kredit. Menjual secara kredit lebih disukai oleh pihak dealer dan salesnya daripada menjual secara cash. Alasannya tentu karena kalau menjual secara kredit maka pihak dealer dan sales akan mendapatkan insentif dari pihak lembaga pembiayaan atau yang di kenal dengan pihak leasing. Besaran insentifnya pun lumayan, maksimal 15% dari total pembiayaan. Dan aturan itu juga ada dasar hukumnya menurut SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1 /SEOJK.05/2016, TENTANG TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN point V.2.c.4 seperti yang Omudin screenshot di bawah ini..

Logika saja.. kalau sobatku bisa mendapatkan yang lebih, kenapa tidak ya kan. Sedangkan kalau menjual secara cash tentu yang di dapat hanya margin atau keuntungan biasa dan untuk sales cuma dapat insentif seadanya atau bahkan tidak dapat sama sekali sebelum target jualnya terpenuhi.

Menurut Omudin, karena alasan itulah kenapa terjadi praktek Upping Price. Harga lebih yang di bayar oleh konsumen adalah untuk menutupi tidak adanya pendapatan lebih, dalam hal ini insentif. Seperti kalau menjual secara kredit. Sudah mengerti? Atau punya pendapat lain? Monggo komentar sobatku.

*next, apa yang harus di lakukan kalau kena upping price, padahal sudah jatuh cinta pada satu model motor

3 Komentar

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kesel Waktu Beli Motor Kena Upping Price? Ajak Selfie Aja Salesnya | OmuDin
  2. Yamaha XMAX 250 Kok Makin Sangar Ya Kalau Di Giniin | OmuDin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*