Mungkin Foto Ini Bisa Menjelaskan Kenapa Penjualan Honda Supra GTR Kurang Menggembirakan

gadis honda

gadis honda

Akhir-akhir ini hal tentang penjualan Honda Supra GTR kembali heboh, Om IWB berpendapat bahwa sedikitnya penjualan Honda Supra GTR adalah karena memakai nama Supra yang sangat identik dengan motor aki-aki atau orang tua. Om IWB pun menyarankan nama Honda Blade GTR 150, kok kayaknya lebih ribet ya kalau namanya Blade..

Di Group Honda Supra GTR Indonesia sendiri banyak yang mempunyai pendapat sama dengan Om IWB, ya gara-gara nama Supra itu. Mereka bilang kalau kata Supra itu di hilangkan menjadi cuma Honda GTR 150 akan lebih punya efek sangar nggak kalah seperti kompetitornya Yamaha MX King, yang membuat embel-embel Jupiter. Ada pula yang berpendapat jualan Honda Supra GTR susah karena genre motor bebek petualang yang di sandangnya. Kan dikit orang yang suka berpetualang, jadi ya wajar kalau kurang laku.

Kalau menurut Omudin sih ada benarnya semua ini gara-gara nama Supra, coba lihat foto di bawah ini..

supra vs ninja

Sobatku nggak ngerti bahasa jawa? Nih Omudin artiin ya, mbak cantik yang nyetatus di facebook itu bilang “Aku abis di apelin cowok ku pakai Ninja bro, jangan iri ya karena Ninja pacarku mahal, cowok yang pakai SUPRA duh nggak banget “. Gimana sobatku? Nggak bgt kalau cowok make supra kata mbaknya, hihihi.

Terlepas dari semua kontroversi, Omudin beranggapan Honda Supra GTR ini merupakan model motor yang emang udah salah arah dari awal. Selain nama Supra yang berarti kalem dan nyaman diberikan untuk seekor bebek racing tapi malah bergelar bebek adventure. Mudahnya gini, Omudin nggak nggeh sama Honda yg mendisain motor ini lebih mirip ke revo gen awal tapi make nama Supra. Gayanya racy bgt tapi ngakunya bebek petualang. Ya semacam krisis identitas gtu dah kalau menurut Omudin ini motor. Kalau menurut sobatku gimana?

supra irez

SUPRA memang perkasa!

selamat berbuka puasa…

7 Komentar

  1. Mungkin bukan mslh nama….
    Tapi image teknologi,fungsi dan bukti.
    Supra sohc itu irit,awet,jago tanjakan,kopling ganda otomatis,cocok santai dan motor standar untuk top speed agak lama dan lemot.ada bagasi/fungsional,minim getaran/halus dan teknologi sohc sdh teruji beserta klan cub series.
    Supra gtr : dohc,high performance,boros,cocok track jalanan panjang dan tanpa macet,bunyi mesin kasar,kompresi tinggi,tanpa bagasi dan gen mesin yg sama dgn cb,sonic seolah ingin membangun image dohc yg lebih powerfull di banding sohc pdhl kenyataannya koorporasi itu sukses dgn dgn sohc yg jadul.
    Lupa dgn karakter,geograpi jalanan di indonesia yg lebih cocok dgn teknologi sohc.jalanan naik turun,berlubang,pegunungan,sering ketemu macet,reparasi mudah,irit,getaran halus dan kompresi bisa di bawah 9:1.
    Sohc bebek dgn kopling ganda otomatis lebih juara di tengah kemacetan dibanding motor matik cvt,dan manual.
    Dijalanan lurus dan track panjang dohc lebih mumpuni.cocok di sirkuit dan jln lintas sumatra yg bisa sampai peak power bahkan sampai limiter….

1 Trackback / Pingback

  1. Terlalu Banyak Yang Terlewat | OmuDin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*