Tak Ada Yang Salah Dengan Aliran Modifikasi Apapun,Thai Look Atau Ganti Mika Stoplamp Bening Sah-sah Saja

foto: zona modifikasi indonesia

Motor motor aing kumaha aing… motor juga motor gue ndiri napa lu yang ribut? Dan lain-lain. Yah abis nyesek lantaran mbah vale nyusruk di Le Mans, Omudin dapat mention dari salah Om Jejen penghuni grup Suzuki Gsx-R 150 Indonesia. Kirain ada apa, ternyata Om Jejen mention Omudin di sebuah post grup tersebut tentang seorang pemilik Suzuki Gsx-R 150 yang me modifikasi motornya dengan modifikasi aliran Thai Look.

Banyak yang mem bully dengan alasan alay, nggak safety,norak dll, juga ada banyak yang pro, wajarlah ya sobatku namanya juga selera. Kan nggak semua orang sama seleranya

Buat Omudin sih mau di apakan juga sah-sah saja, orang itu motor punya dia sendiri. Mau di modif Thai look, mau di ceperin, di decal ulang, mau di pasangin banyak lampu sampai bikin silau, stoplamp di ganti dengan mika yang bening, kasih sirine kayak ambulans atau di apakan juga itu hak masing-masing.

Kan nggak safety Om? Itu soal lain ya sobatku, Omudin jelasin nih. Bagi banyak bikers motor adalah alat untuk mengaktualisasikan jiwa dari biker itu sendiri bukan cuma sekedar alat transportasi saja. Keinginan untuk tampil beda, untuk jadi pusat perhatian. Jadi apa salahnya kalau mereka memodif tungganganya dengan modifikasi aliran apapun, toh kita nggak rugi. Dalam kasus postingan di atas, apa bedanya bikers yang mennguruskan motornya lewat modifikasi motor thai look dengan bikers yg mengekarkan atau membuat motornya lebih gambot menjadi “Moge look”? Sama saja kan alasannya.. biar tampil beda.

Lain cerita kalau motornya di bawa ke jalan. Karena jalanan bukanlah milik perseorangan. Jalan itu milik umum, yang pakai banyak bukan cuma kita doang. Kendaraan apapun yang boleh di kendarai di jalan ya kendaraan yang layak jalan dan tidak membahayakan pengguna jalan lain. Intinya motor itu memang milik pribadi, mau di apakan sesuka hati itu hak asasi. Tapi jalanan itu milik umum, yang mengelola tentu pemerintah. Ada aturan dan norma-norma berkendara yang harus di patuhi disitu. Apa kendaraan kita sudah sesuai dengan peraturan baik fisik atau surat-suratnya? Kita nggak bisa seenaknya saja seperti saat memodifikasi motor kita.

Jadi sobatku boleh saja memodifikasi motor sobatku sekehendak hati, nggak ada hukum yang melarang.Tapi saat motor itu di pakai atau di kendarai di jalan itu sudah lain urusan.

Yuk jadi bikers yang baik dan taat peraturan, peduli keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dewasa bukan cuma soal usia. Ada yang nggak terima? Silahkan komen.

Keep Safety Riding!
*nambah dikit sekedar tips dari Omudin. Kalau sobatku pas lagi riding terus ada rider lain yang mengklakson kemudian mengangkat jempol ke arah sobatku, jika memungkinkan balaslah dengan mengacungkan jempol juga ke arah rider tersebut. Itu artinya kalian seri, kalau sobatku balas dengan jari telunjuk, sobatku kalah, kalau balasnya pake jari kelingking sobatku menang. Kalau nggak balas ya artinya nyerah…

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*